Artikel: Menteri koordinator perekonomianIndonesia, Sofyan Djalil pada saat kemarin mengatakan bahwa Indonesia menginginkan Federal Reserve AS untuk segera dan naikan suku bunga, karena ketidakpastian atas kapan itu akan naik telah menciptakan tekanan terhadaprupiah. Sofyan Djalil mengatakan kepada Reuters bahwa dia tidak melihat rupiah akan jatuh lebih lanjut ketika pengetatan kebijakan moneter dari AS terjadi, karena langkah tersebut telah dibangun ke dalam ekspektasi pasar, dan faktanya adalah saat ini mata uang menjadi undervalued ketika ekspektasi masih terus terjaga. Federal Reserve telah mempertahankan suku bunga di dekat level nol sejak Desember 2008 sebagai bagian dari upaya untuk memacu pemulihan dari krisis keyangan di tahun 2007-2009. Pejabat Fed masih ragu-ragu apakah mereka akan naikan suku bunga pada bulan depan. namun, data non farm payroll AS yang dirilis pada hari Jumat lalu yang menunjukkan kenaikan jumlah pekerja sebesar 215.000 di bulan Juli, itu menunjukkan adanya perbaikan ekonomi dan meningkatkan kemungkinan suku bunga di bulan September. Rupiah saat ini telah menjadi mata uang dengan terburuk kedua di Asia dalam periode tahun ini, turun lebih dari 8% terhadap dollar AS. Rupiah mencapai level terlemah sejak krisis keuangan Asia di tahun 1998 beberapa kali dalam baru-baru ini, dengan pada hari Jumat lalu menyentuh level 13.542 per dollar.