Artikel: Dua tahun lalu, Procter & Gamble Co. merektur kembali salah satu mantan anggota direksinya, A.G. Lafley, sebagai chief executive. Pekan ini pihak perusahaan justru dikabarkan segera mengangkat penggantinya yang baru.Dalam meeting direksi yang diagendakan berlangsung hari ini, P&G dikabarkan akan mengumumkan pengangkatan bos veteran David Taylor sebagai chief executive. Taylor akan menggantikan Lafley, yang nantinya akan tetap menduduki kursi chairman selama masa transisi berlangsung.Lafley sendiri merupakan bos besar P&G yang mempelopori program penghematan biaya operasional melalui pemangkasan ribuan tenaga kerja dua tahun lalu. Ia melakukan inisiatif tersebut untuk menyelamatkan cost produksi sebesar $20 miliar. Namun efisiensi besar-besaran tersebut gagal menaikkan kinerja bisnis perusahaan. Penjualan P&G masih lesu,sahamnya tidak naik-naik dan pangsa pasarnya semakin berkurang.David Taylor sendiri ditunjuk oleh pihak perusahaan karena dirinya bukanlah sosok asing. Pria 56 tahun ini merupakan kepala departemen kecantikan dan perawatan tubuh P&G, di mana divisi ini berkontribusi terhadap separuh omset usaha setiap tahunnya. Pria yang memiliki keilmuan teknik elektrik ini memulai karir di P&G pada tahun 1980 sebagai manajer produksi di pabrik tissue dan popok di Greenville. Setelah mengabdi selama 35 tahun, P&G mengangkatnya sebagai bos untuk mengurus pemasaran di Eropa dan Asia. Selepas kepergian Lafley, David Taylor bertugas menaikkan penghasilan bisnis dari penjualan produk-produk sekunder seperti deterjen Tide, Gillette dan Pampers.[Harga saham Procter & Gamble (NYSE:PG) ditutup pada posisi $79.99 atau melemah 0,37% pada sesi perdagangan hari Senin